Belajar menyetir

Setelah 15 tahun menyetir di Indonesia, sekarang aku harus belajar menyetir setelah diperbolehkan menyetir di Belanda.

Berikut ini hal-hal baru yang dipelajari:
1. Nyetir di kiri, tentunya persneling kanan.
2. Nyetir harus lihat rambu-rambu dan taat kalau tidak mau disalahkan dan di denda.
3. Nyetir ngak siapa cepat dia dapat dan menang, ini yang paling susah… di sini sudah ada aturannya siapa yang lebih prioritas dari siapa, tidak pandang bulu, siapa yang lebih cepat…jadi harus extra hati2 menyetir dan extra perhatian terhadap rambu2
4. Nyetir tidak takut salah selama mengikuti aturan berlaku
5. Nyetir ngak banyak marah karena ngak ada yang tiba2 nyalip, apalagi disalib angkot, ngak bakalan deh, karena angkutan umum rata2 sudah punya jalurnya sendiri.

Nah susahnya itu membiasakan diri merubah dan membiasakan diri dengan paradigma nyetir yang baru. Meski di Indonesia cukup jagolah nyalip kiri-kanan, kebiasaan berangkat mepet sih….


2 thoughts on “Belajar menyetir

  1. Salam dari Jakarta…

    Wah sudah lama tidak berkunjung ke Blog Bu Grace.
    Hehe… Pak Rakhmadi juga sudah aktif nulis di Blog. Wah senangnya jika semua dosen2 STT pada ngeBlog mengisi waktu luang.

    Btw mengomentari tulisan menyetir, hehe saya setuju poin nomor 5 hehe. Wah brarti di Jkt tantangan menyetirnya lebih keren dunk hehe. Mulai dari kopaja, metromini, angkot2 arah balaraja dkk bikin sensasi menyetir tersendiri hehehe.

    Ok deh, ditunggu tulisan2 Ibu selanjutnya🙂

    Salam…
    Yoga

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s