Weekend di Den Haag – Februari 2008

Cuaca di Belanda di medio februari ini, bermatahari tetapi suhunya sangat rendah sampai -7 derajat celcius dimalam hari. Jadi malam hari hingga pagi, udara minus membuat sungai2 sedikit membeku dan pagi hari menjadi cair karena matahari yang bersinar terang. Meski matahari bersinar terang, sabtu kemarin suhu udara sangat dingin, membuat tangan seperti membeku.

Ditengah suasana yang begitu rupa, kami sekeluarga memang sudah merencanakan untuk pergi ke Den Haag. Ada dua tujuan utama kami datang ke sana, mau ke madurodam dan memenuhi undangan rekan yang anaknya ultah.

Jangan sampai cuaca menghalangi rencana kita (slogan orang Belanda….hehehe). Maka pergilah kami pagi-pagi dengan kereta.

Madurodam, dicapai dengan menggunakan tram setelah kereta berhenti di Den Haag Central Station. Foto-foto biar kelihatan kita sudah pernah ke Madurodam, lalu beli tiket dan masuk.

Madurodam Entrance
MADURODAM ENTRANCE

Madurodam sangat unik karena mampu merubah Belanda menjadi hanya sebesar Taman Ria Senayan. Tidak seluas Taman Mini pastinya. Hampir semua monumen di Belanda berhasil di kecilkan dengan kata lain di buat Maketnya. Kalau dilihat dari teknologi membuat Maket sekarang, memang tidak ada yang spesial dengan madurodam. Tetapi ketika masanya madurodam dibuat, tentunya kala itu menjadi pencapaian tersendiri.

dsc04716.jpg
KOMPLEKS MADURODAM DARI KETINGGIAN

Untuk anak2, madurodam adalah tempat belajar yang menyenangkan. Kalau untuk anak seumur anakku kayla, dia menganggapnya seperti mainan dia yang lainnya, sambil kita memperkenalkan beberapa benda atau bangunan, seperti tempat kerja papanya (rig pengeboran minyak). Mungkin yang dipelajarinya tidak sebanyak kalau mereka berumur lebih dari 6 tahun, namun cukup berkesan karena diselingi dengan beberapa maket yang bersuara, bisa bergerak.

giant
RAKSASA KAYLA

giant2
PAPANYA RAKSASA KAYLA

Maket rumah (termasuk rumah pembuat madurodam), istana, gereja, gedung pertunjukan, kanal, kincir angin, pusat perbelanjaan, kanal, puri, lapangan terbang beserta pesawat2nya (sayangnya pesawat garuda yang dulu ada, sepertinya sekarang tidak ada lagi), stasiun-stasiun kereta api, kebun binatang, laut beserta kapal-kapalnya, peternakan, pangkalan militer, gedung-gedung perkantoran yang unik di belanda, orang-orangannya, mobil…

Kami menghabiskan waktu di Madurodam selama 4 jam, termasuk makan dan main ditaman bermainnya. Waktu kami datang memang tidak ada event untuk anak-anak yang sedang dilaksanakan. Kami cukup lama bermain ditaman bermain, ditemani si udara yang sangat dingin. Kayla sangat tertantang untuk bermain prosotan dan rintangan yang sangat tinggi dan ternyata berhasil.

merosot
AKU BERANI!!

kedinginan
BERTEDUH DARI TAMPARAN ANGIN DINGIN…

Setelah selesai kami bergerak menuju ke rumah rekan kami yang berada disisi lain kota Den Haag, sehingga kami bisa melihat sekilas kota Den Haag dari dalam tram. Tram Den Haag, sangat bersih bila dibandingkan dengan fasilitas transportasi yang ada dikota kami Almere. Kami melewati pusat kota, tanpa turun dari tram.

dsc04674.jpg
TRAM NO.9

Saat beracara di rumah teman kami Raymon, Intan dan Vian the birthday boy, kami sangat senang, karena bisa bertemu dengan teman-teman lainnya sesama orang keluarga Indonesia di Belanda. Berbagi info, saling mengenal bahkan saling bekerja sama untuk mengantar kami pulang ke rumah, karena mereka mengusulkan kita jangan pulang dengan kereta. Anak-anak bermain bersama dan saling mengenal. Yang tidak kalah menariknya adalah menu makanan malam itu, meskipun tidak istimewa, tetapi betapa senangnya bisa menikmati masakan Indonesia yang dimasak dengan cara yang seharusnya….hehehe…maklum ngak bisa masak…. Ayam goreng, perkedel, bakso, tempe kering, kerupuk dan yang paling gong buat aku adanya sambal yang berwarna merah dan terasa pedasnya… (selama ini makan sambel botol aja kerjanya….halah)

dsc04742.jpg

Alhasil malam, itu kami pulang kerumah sekitar jam 11 malam, aku dan maurice baru tidur jam 2 malam. Sepertinya itu waktu terlama, aku terjaga selama di Belanda….. Biasanya jam 10 udah teler…

Namun sayang, keriaan dihari sebelumnya, harus dibayar juga dengan kondisi badan yang menurun. Maurice sakit flu-nya makin menjadi dan kayla juga harus menjadi pilek. Aku sendiri berhasil mengatasi bombardir virus, meski badan tetap remuk redam.

Tapi ngak masalah, yang penting kami senang, meski harus ´tumbang´ dihari berikutnya….


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s