A perfect housekeeper

Pertanyaan mendasar: Bagaimanakah mendapatkan pembantu rumah tangga yang sempurna?

PRT yang sempurna kurang lebih definisinya adalah yang bisa membantu pemilik rumah untuk menjaga rumahnya bersih, rapih, dan aman sesuai dengan kebutuhan pemiliknya. Konotasi lainnya mungkin PRT yang kerjanya rapih dan bersih, tidak kriminal dalam bentuk apapun (tidak mencuri, tidak judes sama anak), tidak merusak barang-barang, atau segala definisinya lain yang bisa dipertanyakan atau diintrospeksi lagi seperti nurut sama majikan, kerjanya cepat dan dapat pula ditambahkan beberapa atribut lainnya seperti ngak sering pindah kerja alias loyal.

Permasalahannya, every PRT merely not perfect, ada aja cacatnya…..meski sudah di gaji tinggi.

Mari kita telusuri masalahnya:
1. Kebanyakan dari mereka berpendidikan rendah bahkan sangat rendah
2. Kebanyakan dari mereka berasal dari lingkungan yang berbeda dengan si pemilik rumah
3. Sifat bawaan, seperti ego
4. Tingkat kecerdasan (intelegensia murni)
5. Dan mungkin banyak alasan lainnya

Memang keempat faktor di atas terjadi kepada pembantu rumah tangga yang memang kita ambil dari kalangan ‘bawah’ atau yang memang terpaksa menjadi pembantu, sehingga kitapun tidak bisa menyamakan dia dengan pegawai yang memang gajinya relatif lebih tinggi.

Mungkin hal itu juga berkenaan dengan budaya kita juga yang masih menganggap pembantu sebagai kalangan budak. Padahal dapat saja pembantu itu kita pilih dari kalangan yang memang berpendidikan tinggi sehingga dapat mengatur rumah kita dengan lebih baik lagi. Seperti pembantu-pembantu di restoran atau yang sering kita lihat dimiliki oleh kalangan atas atau yang sering ada di film2 atau kata lain di luar negeri. Di mana pembantu memiliki posisi dan kedudukan yang juga harus dihormati oleh majikannya. Seperti atasan dan pegawai di kantor.

Memang pembantu itu ada kelasnya mulai dari pembantu yang ngak bisa apa-apa, baby sitter yang seharusnya kelasnya lebih tinggi hingga tingkatan governess yang seharusnya lebih tinggi lagi. Meski demikian tetap saja iming2 perbedaan kualitas itu harus dicermati dengan meniliti latar belakang diri si pembantu atau agen penyalurnya, yang hampir semua berbohong kepada kita. Baby sitter yang hanya di latih 3 hari, dsb.

Pilihan memilih pembantu yang dapat bekerja lebih sempurna dan memiliki tingkat profesional yang lebih tinggi, sekarang ini mungkin perlu dipertimbangkan, tentunya dengan membayar gaji yang relatif lebih tinggi juga. Tetapi kalau dipikir mungkin hasil yang kita dapat pun akan seimbang, karena rumah juga adalah bagian kehidupan kita yang harus kita kondisikan baik untuk menunjang kualitas hidup bahkan penghasilan kita.

Kelebihan gaji 400-500 ribu bisa di balance-kan dengan rumah yang bersih dan terawat, anak yang pendidikan dan kualitas hidupnya lebih baik dibanding di serahkan pada pembantu yang pendidikannya lebih rendah, ketenangan batin untuk meninggalkan rumah lebih lama dari biasanya, ketenangan bekerja, ongkos atau harga konsumsi barang2 keperluan yang bisa di hemat, makan lebih enak, dan lainnya yang bisa kita konversikan ke nilai uang.

Jadi kata lainnya memilih pembantu yang berkualitas bukan tidak bisa, bisa tetapi membutuhkan uang yang lebih besar juga. Meski tetap saja ada juga sih, sebagian dari kita yang beruntung memiliki pembantu yang sudah memenuhi semua kriteria kita.

Pembantu….pembantu…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s