Belajar menyetir

Setelah 15 tahun menyetir di Indonesia, sekarang aku harus belajar menyetir setelah diperbolehkan menyetir di Belanda.

Berikut ini hal-hal baru yang dipelajari:
1. Nyetir di kiri, tentunya persneling kanan.
2. Nyetir harus lihat rambu-rambu dan taat kalau tidak mau disalahkan dan di denda.
3. Nyetir ngak siapa cepat dia dapat dan menang, ini yang paling susah… di sini sudah ada aturannya siapa yang lebih prioritas dari siapa, tidak pandang bulu, siapa yang lebih cepat…jadi harus extra hati2 menyetir dan extra perhatian terhadap rambu2
4. Nyetir tidak takut salah selama mengikuti aturan berlaku
5. Nyetir ngak banyak marah karena ngak ada yang tiba2 nyalip, apalagi disalib angkot, ngak bakalan deh, karena angkutan umum rata2 sudah punya jalurnya sendiri.

Nah susahnya itu membiasakan diri merubah dan membiasakan diri dengan paradigma nyetir yang baru. Meski di Indonesia cukup jagolah nyalip kiri-kanan, kebiasaan berangkat mepet sih….

Advertisements

KATA BIJAK HARI INI

Almere, 5 Maret 2008

Kutipan dari blognya Mr.Nakoela Soenarta (ngak dibilang dia kutipnya dari mana):

Watch your thoughts, they will be your words

Watch your words, they will be your actions

Watch your actions, they will be your habits

Watch your habits, they will be your character

Watch your character, they will be your fate.

have a nice day…..

MERASAKAN SAKIT

Selama beberapa bulan mendarat di negeri tulip ini, saya dan keluarga terutama di musim dingin ini digempur oleh sakit penyakit yang cukup mengganggu. Sebenarnya penyakit standard sih, kayak flu, tenggorokan, batuk. Namun karena datangnya silih berganti antara saya, suami dan anak, serta frekuensinya yang sering, hal itu menjadi suatu hal yang sangat menyusahkan. Repot dan menghambat kegiatan.

Penyebabnya: tentu saja angin, cuaca yang berubah-ubah dan kurangnya daya tahan tubuh.

Mencegahnya:Ternyata orang Belanda atau yang sudah lama tinggal di Belanda atau mungkin negara dingin yang lain, mereka sudah mulai mengkonsumsi dan mempersiapkan badannya dengan rupa-rupa supplement dan selalu mengatur pola makan dan istirahat yang baik, sehingga waktu musim dingin tiba, daya tahan tubuh mereka sangat kuat.

Vitamin, suplemen khusus musim dingin dan pancaroba, susu, banyak buah dan sayur.

Kami sebagai pendatang awam, tentunya di Tahun berikutnya harus banyak belajar. Tidak seperti sekarang, makan vitamin kalau perlu, jarang minum susu, buah dan sayur untuk hiasan atau selingan.

Penyembuhannya: yang pasti dokter di belanda sangat pelit dengan antibiotik, paling2 di kasih paracetamol (panadol ada juga loh di sini…hehehe), obat batuk, banyak minum hangat atau makan sup, istirahat dan tetap mengkonsumsi suplemen.

Ada untungnya kalau kita orang asia, kita punya warisan budaya penyembuhan tambahan kayaknya herbal dan minyak2 berkasiat. Contoh herbal yang diberikan oleh oleh dr.Erna (kenalan kami) adalah memakan echinacea, gotukola, garlic lalu kami juga konsumsi madu. Lalu ditambahkan dengan perawatan-perawatan seperti membalurkan minyak-minyak badan (balsem, minyak angin atau minyak tawon), bawang, kemulan, pijat sampai kerok (hehehe…padahal waktu di indonesia jarang banget kerokan….)

Untungnya di Belanda, mulai banyak juga produk-produk herbal yang dibuat dan diimport (dari Indonesia untungnya juga ada wedang jahe, minyak angin cap lang, minyak tawon…tapi harganya jangan tanya…..)

Tapi ada satu pengalaman yang cukup tidak enak, di sini itu susah banget keringetan. Padahal sebagian dari kita tau, kalau lagi demam, kerokan, lumurin banyak minyak angin, minum/makanan anget, pake baju tutup2 lalu tidur kemulan, ditanggung minimal 30 menit kedepan badan kita bersimbah keringat dan panas badang/deman jadi turun…. Tapi jangan harap hal itu terjadi dengan mudah di musim dingin ini, susah banget….udah 2 jam usaha, sekali berhasil, sekali tidak….musti usaha keras….hehehe

Begitulah sekilas merasakan sakit di negerinya kelompen ini….

Doakan kami cepat sembuh ya…

BANYAK JENIS

Salah satu pengalaman tinggal di Belanda ini adalah ditemukannya macam-macam barang, yang dulu di Indonesia sebenarnya ada juga, tetapi tidak merasa butuh untuk membelinya.

Salah satu diantaranya adalah lotion. Semua ada lotion atau pelembabnya; body lotion, hand and nail cream, pelembab muka. Varian jenisnya dibedakan juga untuk pria, wanita dan anak. Seperti yang saya bilang diindonesia barang-barang ini tentunya tidak asing. Tetapi saya selalu merasa bahwa produsen kosmetik hanya memperbanyak jualannya dengan membuatnya kelihatan berbeda tetapi sebenarnya sama saja. Sebagai contoh: emangnya ngak bisa body lotion dipakai juga untuk tangan dan kuku. Lalu kalau kulit berminyak untuk apa lagi pake pelembab (sebenarnya itu dulu yang dianjurkan dokter kulit aku juga).

Tetapi setelah tinggal di negara 4 musim seperti ini, baru terasa manfaatnya dan bedanya. Karena ternyata hand cream jauh lebih moisture dari pada body cream, hal itu penting karena waktu musim dingin tinggal tangan dan muka tentunya yang jarang tertutup. Saya pernah merasakan waktu tangan dihajar dingin, kulit tangan mulai mengeras dan pecah dengan sendirinya. Saat itulah baru terasa gunanya handcream.

Begitu juga dengan guna lotion bagi orang kulit berminyak. Ketika dilanda suhu dibawah 20-an, otomatis minyak yang dihasilkan muka tidak mampu menjaga kulit. Akhirnya dipakai juga produk yang dulu saya pakai di jakarta (tetapi waktu di jakarta aku jadi jerawatan dikit, di sini ngak….)

Pelajarannya sih, memang kadang kala kita harus selektif memilih produk sesuai kegunaannya. Kalau kita lihat, sering kali produsen luar negeri menciptakan produknya berdasarkan riset di negaranya, yang seringkali tidak cocok dengan tempat kita tinggal.

Weekend di Den Haag – Februari 2008

Cuaca di Belanda di medio februari ini, bermatahari tetapi suhunya sangat rendah sampai -7 derajat celcius dimalam hari. Jadi malam hari hingga pagi, udara minus membuat sungai2 sedikit membeku dan pagi hari menjadi cair karena matahari yang bersinar terang. Meski matahari bersinar terang, sabtu kemarin suhu udara sangat dingin, membuat tangan seperti membeku.

Ditengah suasana yang begitu rupa, kami sekeluarga memang sudah merencanakan untuk pergi ke Den Haag. Ada dua tujuan utama kami datang ke sana, mau ke madurodam dan memenuhi undangan rekan yang anaknya ultah.

Jangan sampai cuaca menghalangi rencana kita (slogan orang Belanda….hehehe). Maka pergilah kami pagi-pagi dengan kereta.

Madurodam, dicapai dengan menggunakan tram setelah kereta berhenti di Den Haag Central Station. Foto-foto biar kelihatan kita sudah pernah ke Madurodam, lalu beli tiket dan masuk.

Madurodam Entrance
MADURODAM ENTRANCE

Madurodam sangat unik karena mampu merubah Belanda menjadi hanya sebesar Taman Ria Senayan. Tidak seluas Taman Mini pastinya. Hampir semua monumen di Belanda berhasil di kecilkan dengan kata lain di buat Maketnya. Kalau dilihat dari teknologi membuat Maket sekarang, memang tidak ada yang spesial dengan madurodam. Tetapi ketika masanya madurodam dibuat, tentunya kala itu menjadi pencapaian tersendiri.

dsc04716.jpg
KOMPLEKS MADURODAM DARI KETINGGIAN

Untuk anak2, madurodam adalah tempat belajar yang menyenangkan. Kalau untuk anak seumur anakku kayla, dia menganggapnya seperti mainan dia yang lainnya, sambil kita memperkenalkan beberapa benda atau bangunan, seperti tempat kerja papanya (rig pengeboran minyak). Mungkin yang dipelajarinya tidak sebanyak kalau mereka berumur lebih dari 6 tahun, namun cukup berkesan karena diselingi dengan beberapa maket yang bersuara, bisa bergerak.

giant
RAKSASA KAYLA

giant2
PAPANYA RAKSASA KAYLA

Maket rumah (termasuk rumah pembuat madurodam), istana, gereja, gedung pertunjukan, kanal, kincir angin, pusat perbelanjaan, kanal, puri, lapangan terbang beserta pesawat2nya (sayangnya pesawat garuda yang dulu ada, sepertinya sekarang tidak ada lagi), stasiun-stasiun kereta api, kebun binatang, laut beserta kapal-kapalnya, peternakan, pangkalan militer, gedung-gedung perkantoran yang unik di belanda, orang-orangannya, mobil…

Kami menghabiskan waktu di Madurodam selama 4 jam, termasuk makan dan main ditaman bermainnya. Waktu kami datang memang tidak ada event untuk anak-anak yang sedang dilaksanakan. Kami cukup lama bermain ditaman bermain, ditemani si udara yang sangat dingin. Kayla sangat tertantang untuk bermain prosotan dan rintangan yang sangat tinggi dan ternyata berhasil.

merosot
AKU BERANI!!

kedinginan
BERTEDUH DARI TAMPARAN ANGIN DINGIN…

Setelah selesai kami bergerak menuju ke rumah rekan kami yang berada disisi lain kota Den Haag, sehingga kami bisa melihat sekilas kota Den Haag dari dalam tram. Tram Den Haag, sangat bersih bila dibandingkan dengan fasilitas transportasi yang ada dikota kami Almere. Kami melewati pusat kota, tanpa turun dari tram.

dsc04674.jpg
TRAM NO.9

Saat beracara di rumah teman kami Raymon, Intan dan Vian the birthday boy, kami sangat senang, karena bisa bertemu dengan teman-teman lainnya sesama orang keluarga Indonesia di Belanda. Berbagi info, saling mengenal bahkan saling bekerja sama untuk mengantar kami pulang ke rumah, karena mereka mengusulkan kita jangan pulang dengan kereta. Anak-anak bermain bersama dan saling mengenal. Yang tidak kalah menariknya adalah menu makanan malam itu, meskipun tidak istimewa, tetapi betapa senangnya bisa menikmati masakan Indonesia yang dimasak dengan cara yang seharusnya….hehehe…maklum ngak bisa masak…. Ayam goreng, perkedel, bakso, tempe kering, kerupuk dan yang paling gong buat aku adanya sambal yang berwarna merah dan terasa pedasnya… (selama ini makan sambel botol aja kerjanya….halah)

dsc04742.jpg

Alhasil malam, itu kami pulang kerumah sekitar jam 11 malam, aku dan maurice baru tidur jam 2 malam. Sepertinya itu waktu terlama, aku terjaga selama di Belanda….. Biasanya jam 10 udah teler…

Namun sayang, keriaan dihari sebelumnya, harus dibayar juga dengan kondisi badan yang menurun. Maurice sakit flu-nya makin menjadi dan kayla juga harus menjadi pilek. Aku sendiri berhasil mengatasi bombardir virus, meski badan tetap remuk redam.

Tapi ngak masalah, yang penting kami senang, meski harus ´tumbang´ dihari berikutnya….

Harga Barang di Belanda

Belanja di Belanda dengan Euro (baca: ero), kadang menyenangkan, namun sering juga sakit hati (apalagi kalau sudah beli, menyesal, uang keluar, terus dihitung lalu di konfersi ke rupiah…..gubrakk!! mau mati….).

Ini beberapa catatan rata-rata harga barang di Belanda yang sementara ini kami temui. Tentunya sangat bervariasi, setidaknya ini adalah catatan untuk ukuran kami.

Makanan siap saji: 1 euro – 15 euro per porsi (sangat bervariasi, yang lebih mahal juga ada)
Roti: 0.5 – 2 euro
Daging: 6-12 euro perkilo
Mentega: 2 euro
Sayur (bayam/sawi): 2-5 euro sekantong
Teh botol: 1 euro

Sepatu: di atas 20 euro – 200 euro (low to medium)
Sepeda: di atas 150 euro (yang baru, untuk sepeda kumbang) bisa sampai 1000 euro untuk sepeda dengan fasilitas tambahan
Baju: dari 10 euro (kualitas sama dengan FO di Indonesia)
Angkutan: paling dekat 2 euro (naik bis, musti jalan….hehehehe)
Listrik: 200 euro sebulan (mudah2an bisa kurang)
Buku: 1 – 30 euro
Nonton bioskop: 10 euro
Wireless router: 30 -60 euro
Printer: 95 euro
Jasa investigasi listrik: 50 euro/ jam
Plastik toserba: 0.75-2 euro (jangan harap di kasih kantong gratis….kecuali kantong kresek yang tipis dan ukuran hanya yang sedang dan di toko Indonesia…mereka baik)

Entah kenapa by default hampir semua barang di belanda ini ngak boleh kurang dari 1 euro. Sangat jarang ditemukan yang berharga cent.

Memang dengan harga-harga di atas, kualitas barang-barang kebanyakan baik. Buah segar, baju2 tahan di mesin cuci, sepatu tahan berbagai cuaca, angkutan nyaman (meski tidak bersih2 banget), listrik (sampai saat ini belum pernah mati), buku (relatif). Namun tidak lebih-lebih banget kalau dibandingkan dengan barang kelas menengah di Indoensia.

Kalau dijatuhkan ke rupiah…. kami ucapkan selamat bagi teman2 dan saudara2ku di Indonesia….kalian beruntung tinggal di sana 🙂

Variasi di atas seringkali juga membuat kami tertawa dan membuat strategi tentunya:
1 1/2 kali makan di resto indo = 1 wireless router
3 kali beli 6 baju di departemen store = 1 sofa
3 kali naik bus pulang pergi= 1 t-shirt sale di ZARA

Mencermati harga2 tersebut, merupakan tantangan tersendiri untuk mendapatkan harga terbaik. Seperti:
– Lebih baik ngak banyak makan di resto Indo, mungkin lebih baik ngumpulin gadget elektronik.
– Lebih baik ngak nonton di bioskop lebih baik beli baju ZARA.
– Nanti kalau pulang ke Indonesia, bawa koper isi oleh2 saja, nanti koper diisi penuh dengan baju, sepatu dan banyak barang lain, untuk persediaan sampai waktu balik ke Indonesia lagi….hehehe

Hidup di luar Indonesia lebih baik?

Jawaban pertanyaan itu, tidaklah mudah.

Kelihatannya hidup di Indonesia tidak enak! Karena tentunya banyak keluhan kita….
Indonesia suka makan hati….
– pemerintah tidak mempunya visi dan perencanaan yang baik, apalagi pelaksanaannya.
– masyarakatnya juga sering tidak mengenakkan, cepat marah, banyak yang jorok dan tidak berpendidikan
– udaranya kotor
– transportasi yang berantakan….
– macet..
– polusi
– banjir
dan tetunya banyak keluhan yang lainnya….

Tapi jangan salah, setelah mengalami sendiri, tinggal di negeri orang lain, seperti sekarang ini. Aku banyak belajar untuk tidak begitu saja berpikir skeptis… bahwa tinggal di negara berkembang lainnya pasti lebih baik.

Contohnya tempat saya tinggal ini di Belanda:
– masyarakatnya sangat individualis, namun cukup ramah
– cuacanya sangat tidak menentu, dingin, hujan, angin, matahari….silih berganti datang setiap harinya
– ngak ada tukang sayur dan tukang jajan lewat di depan rumah
– bis tidak mau brenti disembarang tempat, kadang kita musti jalan jauh
– ngak ada becak dan tukang ojek
– tukang2 yang ahli, mahal harganya, jadi semua musti dikerjakan sendiri…
– harga barang mahal2 (entah kenapa mahal….padahal sebagian besar barang kualitasnya banyak yang sama di Indo)

Jadi kami juga ketika berada di sini, perlu melakukan yang namanya perjuangan…. begitu juga dengan orang2 warga negara asli, mereka juga berjuang.

Kalau sekarang ditanya kembali pertanyaan tersebut di atas, susah jawabnya.
Intinya tergantung apa yang engkau cari dalam hidup ini, apakah misi yang engkau jalankan, tujuan yang ingin engkau capai. Tanpa itu, niscaya hidup dimanapun, kita ngak akan betah.

Dan perjuangan, adalah esensi hidup manusia. Buat target, buat fondasi (Agama), buat rencana dan berjuanganlah, sambil dinikmati dan melihat ´berkat/berkah´ yang Tuhan kasih sepanjang jalan.

Awal Sekolah di Belanda

Sejak tanggal 15 Januari 2008 lalu, kayla memulai sekolah barunya di Belanda.

DE-OPTIMIST SCHOOL

Tentunya banyak perbedaan yang perlu disesuaikan seperti:
1. Bahasa
2. Jam belajar yang panjang 6 jam (biasanya hanya sekitar 3 jam)
3. Harus bangun pagi (dulu bangun jam 8 karena sekolah siang, dan sudah sebulan ini, dia ´libur´ sekolah karena proses pindah ke belanda)
4. Teman-teman baru
5. Guru baru
6. Makan roti (karena kalau bawa nasi dia akan kerepotan sendiri)

Tapi ada yang menarik: isi jadwalnya, hanya main dan main (belajar sambil main)
Ini saja yang membuatnya bertahan di sekolah, karena terus2 main.

Buat kayla, ini adalah sebuah perjuangan, mengingat umurnya yang masih kecil.

HASIL JEPRET DARI JENDELA

Storm and kids…. what a danger

Kamis, 31 Januari 2008

Akhir dari bulan Januari 2008 ini, angin bertiup sangat kencang, katanya 70 km/jam. Menggoyangkan jendela, masuk lewat jendela dan pintu rumah dengan bunyi yang kencang. Air danau beriak cukup tinggi, ada 20 cm. Kalau di Indonesia ada angin seperti ini, pasti kita kalang kabut. Tapi orang Belanda tidak demikian, ah itu sih biasa kata mereka……weleh2….

Ya udah kita, ikut2an biasa, sambil kebat-kebit.

Menembus badai, jam 11 pagi tadi ke sekolah kayla, membantu Juff, menjaga anak2 bermain dan makan. Sebenarnya anak2 itu sama mengerikannya dengan badai, karena apa, mereka kecil dan berbahasa belanda…..hahahaha…. jadi mau dimarahin juga ngak bisa, terus kalau kita marahin gimana caranya, pake bahasa inggris p asti mereka ngak ngerti…..

Tapi lucu juga…. ada satu anak namanya Kevin, hari ini nasibnya kurang beruntung, jatuh, udah itu kepalanya dipukul oleh anak yang lebih besar, alhasil dia sering nangis. Ada yang lain juga yang maunya ngobrol sama g, ngomong terus….. Kayla, tentunya datang terus dengan manjannya…

Dan ada segerombolan jongens yang lebih tua, dia menertawakan g, karena g banyak ngak ngerti apa yang mereka omongkan. Dasar!!!. Begitu juff keluar, mereka lempar2an….g sampe bebusa bilang ´ńog niet!!!´ tetep aja…. akhirnya g panggil juff…pada diem deh…..hehehhe

Berantem, berebut, asyik2 sendiri, nangis…. lucu….

Selesai bermain, kayak rumah disapu badai….berantakan habis…. semua mainan bertebaran…. saingan sama storm di luar….

Fuiihhh…akhirnya selesai juga 1 jam…..

PUlang, ketemu angin lagi…..makin kenceng anginnya….dan bunyinya semakin mengerikan….

Itulah badai kehidupan, m engerikan, tetapi nikmati saja…. ada hikmahnya….

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑